Gowa, Sulawesi Selatan – Seorang pendaki solo bernama Ardiansyah (28), warga asal Makassar, berhasil ditemukan dalam kondisi selamat setelah dilaporkan hilang selama tiga hari di Gunung Bawakaraeng. Operasi pencarian oleh tim SAR gabungan akhirnya membuahkan hasil setelah menyisir area puncak dan jalur alternatif yang jarang dilalui pendaki.
Ardiansyah diketahui memulai pendakiannya pada Jumat pagi (11/7) tanpa pendamping. Ia sempat mengirim pesan kepada keluarganya bahwa ia sudah berada di pos 5, namun setelah itu komunikasi terputus. Keluarga kemudian melapor ke Basarnas Makassar pada Sabtu malam setelah Ardi tidak kunjung kembali.
“Kami temukan korban di area lembah sisi timur gunung dalam kondisi lemas dan mengalami dehidrasi berat. Diduga ia tersesat setelah turun jalur yang salah karena kabut tebal,” ungkap Komandan Tim SAR, Andi Firmansyah.
Menurut Ardiansyah, dirinya tergelincir dan kehilangan arah setelah hujan deras disertai kabut pekat menutupi jalur. Ia bertahan hidup dengan meminum air dari daun dan menghindari medan berbatu. Beruntung, ia membawa jaket tebal dan headlamp yang menyala selama dua malam pertama.
Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya keselamatan dan persiapan saat mendaki gunung, terlebih jika dilakukan secara solo. Pihak pengelola jalur pendakian Gunung Bawakaraeng kembali menegaskan larangan pendakian tanpa logistik cukup dan wajib lapor di pos registrasi.
“Kami bersyukur korban selamat. Tapi ini jadi pelajaran bersama agar tidak mengabaikan prosedur keamanan saat mendaki, terutama saat cuaca tidak menentu,” ujar Kepala BPBD Kabupaten Gowa.