
13 Juli 2025
Manado — Warga Sulawesi Utara dibuat takjub oleh fenomena alam langka yang terjadi pada Jumat malam (11/7), ketika langit di beberapa wilayah seperti Minahasa Utara dan Pulau Lembeh menampilkan pola cahaya berwarna hijau keunguan yang mirip aurora.
Fenomena yang disebut ilmuwan sebagai aurora tropis ini terjadi akibat gangguan geomagnetik kuat dari badai matahari kelas X yang mencapai Bumi dalam 48 jam terakhir. Biasanya aurora hanya bisa dilihat di wilayah kutub, namun kejadian kali ini menyentuh lintang yang lebih rendah.
Reaksi Masyarakat dan Ilmuwan
Banyak warga mengabadikan momen langka ini dengan kamera ponsel dan membagikannya di media sosial. Video-video yang memperlihatkan langit malam dengan cahaya bergelombang langsung viral dengan tagar #AuroraTropis dan #LangitManado.
Ahli astrofisika dari BRIN, Dr. Hendra Widagdo, menjelaskan bahwa partikel bermuatan dari matahari menabrak atmosfer Bumi dan menyebabkan pelepasan energi yang terlihat sebagai aurora.
“Ini sangat jarang terjadi di dekat khatulistiwa. Kombinasi badai matahari ekstrem dan kondisi ionosfer unik menyebabkan peristiwa ini,” jelas Hendra.
Aman untuk Manusia, Tapi Perlu Waspada Teknologi
Meski menakjubkan secara visual, aurora tropis juga menandakan gangguan elektromagnetik besar yang dapat mengganggu satelit, GPS, dan komunikasi radio. Pihak BMKG dan Kementerian Kominfo telah memberikan imbauan untuk waspada terhadap kemungkinan gangguan jaringan di beberapa area.
Wisatawan Berbondong ke Sulawesi Utara
Banyak pelancong spontan dari daerah lain mulai memesan tiket ke Sulawesi Utara dengan harapan bisa menyaksikan aurora tropis lagi malam ini, meski ilmuwan mengatakan kemungkinan munculnya kembali sangat kecil.
Kesimpulan
Fenomena aurora tropis di langit Indonesia menjadi pengingat betapa dinamis dan luar biasanya alam semesta. Peristiwa ini bukan hanya memukau mata, tetapi juga membawa peluang edukasi sains dan wisata langit yang bisa dikembangkan ke depan.