
Garut, 7 Juli 2025 — Warganet tengah dibuat terharu dan kagum oleh video seorang penjual cireng keliling di Garut yang menggunakan daun jati sebagai bungkus makanan, lengkap dengan tulisan tangan berupa doa dan motivasi untuk pembelinya. Video yang pertama kali diunggah oleh akun TikTok @ceritagarut kini telah ditonton lebih dari 16 juta kali dan masuk deretan trending nasional.
Pria yang diketahui bernama Mang Deden (52) itu tampak menulis satu per satu pesan di setiap daun sebelum membungkus cireng dagangannya. Beberapa tulisan yang menjadi favorit netizen antara lain:
“Rejeki hari ini cukup untuk besok. Jangan bandingkan jalanmu dengan orang lain.”
“Kalau kamu lagi lelah, jangan berhenti selamanya. Istirahat aja sebentar.”
“Tuhan itu adil, kadang lewat jalan yang bikin kita heran.”
Dari Hati ke Hati, Lewat Daun
Dalam wawancara singkat dengan media lokal, Mang Deden mengaku telah melakukan kebiasaan ini selama hampir 2 tahun, awalnya untuk menyemangati diri sendiri yang kala itu sedang terpuruk karena pandemi.
“Saya nulis buat diri sendiri dulu. Lama-lama pembeli malah nungguin tulisan baru. Akhirnya saya terusin.”
Ia mengaku terinspirasi dari kebiasaan neneknya yang dulu selalu membungkus makanan dengan daun dan menyisipkan pesan sederhana seperti “hati-hati di jalan” atau “jangan lupa sholat.”
Dampak Positif dan Dukungan Publik
Setelah viral, banyak netizen mulai mengunjungi lapak keliling Mang Deden hanya untuk membeli cireng dan membaca pesan di daun jati. Beberapa bahkan menjadikan daun-daun tersebut sebagai penanda buku, koleksi pribadi, hingga media inspirasi konten.
Komunitas UMKM lokal pun mengundang Mang Deden menjadi pembicara dalam forum “Bisnis Kecil, Hati Besar” untuk membagikan kisahnya. Pemerintah daerah juga menjanjikan bantuan modal dan gerobak baru agar ia bisa berjualan lebih luas.
Seni, Bisnis, dan Keikhlasan
Pakar budaya Sunda, Dr. Rizal Afandi dari UNPAD, menyebut bahwa tindakan Mang Deden adalah bentuk “ekspresi budaya kontemporer yang bersumber dari nilai-nilai tradisi, spiritualitas, dan empati.”
“Ini bukan hanya soal jualan, tapi tentang bagaimana kita menyampaikan kasih sayang lewat hal kecil yang sangat lokal namun universal.”
Kesimpulan
Kisah Mang Deden mengajarkan bahwa nilai tertinggi dari usaha kecil bukan hanya uangnya — tapi niat dan keikhlasan di baliknya. Di era digital dan serba instan, secarik daun jati bertulisan tangan bisa menjadi media komunikasi terdalam antara manusia.
Karena terkadang, yang membuat kita bertahan di hari sulit bukan motivasi dari motivator — tapi tulisan kecil dari penjual cireng di ujung jalan.