Jakarta, 19 September 2026 – Informasi palsu mengenai undian berhadiah yang mencatut nama Bank Mandiri kembali beredar melalui media sosial dan aplikasi percakapan. Modus tersebut biasanya menawarkan berbagai hadiah bernilai besar kepada pengguna Livin’ by Mandiri, mulai dari mobil, sepeda motor, telepon seluler, emas, rumah hingga paket umrah. Unggahan kemudian mengarahkan calon korban untuk menekan tombol atau tautan pendaftaran yang telah disediakan. Setelah dibuka, tautan tersebut dapat membawa pengguna menuju formulir yang meminta data pribadi maupun informasi terkait rekening. Sejumlah pemeriksaan fakta sepanjang 2026 memastikan beberapa unggahan semacam itu bukan berasal dari kanal resmi Bank Mandiri. Masyarakat karena itu perlu memeriksa sumber informasi sebelum memasukkan data atau mengikuti instruksi yang diberikan.
Salah satu hoaks ditemukan melalui unggahan Facebook pada 22 Agustus 2026 yang menawarkan program bertajuk Mandiri Festival Berhadiah. Unggahan mengklaim program tersebut diperuntukkan bagi nasabah yang sudah menggunakan Livin’ by Mandiri. Beragam hadiah ditawarkan, termasuk mobil Alphard, BMW, Pajero Sport, CR-V Turbo, Fortuner dan Xpander, ditambah sepeda motor, rumah serta paket umrah. Calon peserta diminta melakukan pendaftaran melalui menu yang disediakan dengan narasi bahwa proses tersebut tidak dipungut biaya. Namun, ketika menu pendaftaran dibuka, pengguna diarahkan menuju kolom yang meminta sejumlah informasi pribadi. Data yang diminta antara lain nama, nomor WhatsApp aktif hingga informasi mengenai sisa saldo. Penelusuran terhadap klaim tersebut menyimpulkan tautan pendaftaran yang beredar bukan program resmi sebagaimana dinarasikan dalam unggahan.
Modus hampir serupa sebelumnya beredar pada Mei 2026 dengan membawa nama Livin’ by Mandiri Mobile Banking. Unggahan tersebut menawarkan puluhan hadiah, seperti emas dan logam mulia, iPhone, mobil, rumah hingga perjalanan umrah gratis. Pengguna kembali diarahkan menuju tautan tertentu dengan iming-iming kesempatan mengikuti pengundian tanpa biaya. Pemeriksaan terhadap salah satu modus serupa menemukan tautan tersebut tidak menuju situs resmi Bank Mandiri, melainkan halaman formulir digital. Formulir itu meminta pengguna memasukkan pilihan kupon, sisa saldo rekening, nomor WhatsApp dan nama lengkap. Pola seperti ini menjadi tanda penting yang perlu dikenali karena informasi mengenai saldo maupun data perbankan tidak seharusnya diberikan melalui formulir tidak resmi.
Hoaks dengan pola Mandiri Festival Berhadiah juga ditemukan beredar pada Juli 2026. Akun Facebook yang menyebarkan informasi tersebut bukan akun resmi Bank Mandiri, meskipun unggahannya dibuat menyerupai materi promosi perusahaan. Penelusuran Jabar Saber Hoaks mengategorikan unggahan tersebut sebagai imposter content atau konten tiruan. Dalam modus semacam ini, pelaku dapat membuat akun yang menyerupai identitas resmi perusahaan agar calon korban lebih mudah percaya. Foto jajaran manajemen perusahaan juga dapat dicantumkan untuk meningkatkan kesan bahwa program benar-benar diselenggarakan oleh bank. Dari unggahan tersebut, korban kemudian diarahkan menuju situs phishing yang dirancang untuk memperoleh informasi sensitif.
Modus undian palsu bahkan telah muncul berulang kali sebelum 2026. Salah satu informasi yang beredar pada Maret 2025 menggunakan narasi hampir identik dengan menawarkan sejumlah mobil, sepeda motor, iPhone, rumah hingga paket umrah. Pengunggah menciptakan kesan mendesak dengan menyebut periode pendaftaran terbatas dan menentukan tanggal pengumuman pemenang. Pola tersebut memperlihatkan bahwa nama program, periode pelaksanaan dan jenis hadiah dapat berubah, tetapi cara yang digunakan relatif serupa. Pelaku memanfaatkan hadiah bernilai besar untuk menarik perhatian sebelum mengarahkan pengguna menuju halaman yang tidak resmi. Karena itu, kemunculan nama Bank Mandiri atau Livin’ by Mandiri pada poster tidak dapat dijadikan satu-satunya bukti bahwa sebuah program benar-benar berasal dari perusahaan.
Risiko terbesar muncul ketika calon korban menyerahkan informasi sensitif melalui halaman phishing. Dalam klarifikasi mengenai modus tersebut, Corporate Secretary Bank Mandiri Teuku Ali Usman sebelumnya menjelaskan pelaku dapat meminta informasi seperti nomor ponsel, nomor kartu debit, tanggal kedaluwarsa kartu, CVV, kata sandi, PIN hingga kode OTP. Informasi tersebut dapat membuka peluang terjadinya penyalahgunaan akun maupun kerugian finansial apabila jatuh ke tangan pelaku. Bank Mandiri sendiri menegaskan dalam ketentuan program resminya bahwa perusahaan tidak pernah meminta data pribadi perbankan seperti nomor kartu debit atau kredit, CVV dan OTP. Karena itu, permintaan terhadap data-data tersebut harus menjadi tanda peringatan bagi nasabah untuk menghentikan proses dan tidak melanjutkan pengisian formulir.
Masyarakat juga perlu membedakan antara program promosi resmi dengan undian palsu yang sekadar menggunakan nama perusahaan. Bank Mandiri memang dapat menyelenggarakan program promosi atau pemberian hadiah, sehingga keberadaan hadiah dalam sebuah informasi tidak otomatis menunjukkan penipuan. Perbedaannya terletak pada sumber pengumuman, mekanisme program dan jenis informasi yang diminta kepada nasabah. Program resmi dapat diverifikasi melalui kanal perusahaan, sementara unggahan palsu sering kali berasal dari akun yang tidak terverifikasi dan menggunakan alamat situs berbeda. Jala Hoaks Jakarta pada Agustus 2026 juga mengklarifikasi informasi undian Livin’ by Mandiri yang menawarkan mobil, motor, emas, paket umrah dan voucher belanja sebagai disinformasi serta modus phishing.
Kewaspadaan semakin penting karena tampilan akun dan materi promosi palsu dapat dibuat menyerupai komunikasi resmi. Pengguna sebaiknya tidak hanya melihat logo, foto, jumlah pengikut atau nama akun ketika menentukan keaslian sebuah informasi. Alamat halaman yang dibuka juga perlu diperiksa sebelum memasukkan informasi apa pun. Tawaran hadiah besar yang diikuti permintaan untuk segera mendaftar, mengisi saldo rekening, memberikan PIN atau menyerahkan OTP merupakan pola yang perlu dicurigai. Nasabah juga sebaiknya tidak meneruskan unggahan sebelum memastikan kebenarannya karena penyebaran ulang dapat memperluas jangkauan penipuan. Verifikasi melalui kanal resmi perusahaan menjadi cara paling aman ketika menerima informasi promosi yang meragukan.
Berulangnya hoaks undian berhadiah menunjukkan nama institusi keuangan masih menjadi sasaran yang menarik bagi pelaku penipuan digital. Kepercayaan masyarakat terhadap bank dimanfaatkan untuk membuat pesan palsu terlihat lebih meyakinkan, sementara hadiah bernilai besar digunakan untuk mendorong calon korban bertindak cepat. Sepanjang 2026, beberapa unggahan yang membawa nama Mandiri Festival maupun Livin’ by Mandiri telah diklarifikasi sebagai informasi tidak benar atau modus phishing. Nasabah perlu menjaga kerahasiaan data kartu, CVV, PIN, kata sandi dan OTP serta tidak menyerahkannya melalui tautan yang dikirim akun tidak dikenal. Informasi mengenai program hadiah sebaiknya selalu diperiksa melalui kanal resmi sebelum masyarakat melakukan pendaftaran. Langkah sederhana tersebut dapat membantu mencegah pencurian data sekaligus mengurangi risiko kerugian finansial akibat hoaks undian berhadiah yang mencatut nama Bank Mandiri.





