Jakarta, 30 Agustus 2026 – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) memperkuat ekosistem perumahan nasional dengan mengintegrasikan berbagai sektor, mulai dari industri bahan bangunan, pengembang, kontraktor, hingga lembaga pembiayaan. Langkah ini ditujukan untuk mempercepat penyediaan hunian sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap rumah yang layak dan terjangkau.
CEO BPI Danantara Rosan Roeslani mengatakan kolaborasi lintas sektor diperlukan agar kebutuhan masyarakat terhadap hunian dapat dipenuhi secara lebih efektif. Menurutnya, ekosistem yang terintegrasi dapat mempertemukan ketersediaan rumah dengan kemampuan finansial masyarakat.
Tiga Fokus Utama Ekosistem Perumahan
Rosan menjelaskan penguatan ekosistem perumahan diarahkan pada tiga hal utama, yakni menyediakan rumah dengan kualitas dan harga yang terjangkau, menghadirkan skema pembiayaan yang kompetitif, serta mempermudah masyarakat dalam memperoleh informasi dan mengakses hunian.
Sinergi tersebut melibatkan berbagai perusahaan dalam ekosistem BUMN, termasuk bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara. Kolaborasi di sektor pembiayaan diharapkan dapat memberikan pilihan kredit perumahan yang lebih sesuai dengan kemampuan masyarakat.
Kebutuhan terhadap hunian dinilai semakin penting seiring meningkatnya kebutuhan rumah di berbagai kelompok masyarakat. Karena itu, Danantara bersama Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman berupaya mempercepat pemenuhan kebutuhan tersebut.
Danantara Housing Expo Dukung Program 3 Juta Rumah
Penguatan ekosistem perumahan tersebut diwujudkan salah satunya melalui Danantara Housing Expo 2026 yang berlangsung pada 27-30 Agustus 2026 di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), PIK 2, Tangerang.
Pameran tersebut menjadi bagian dari dukungan Danantara dan ekosistem BUMN terhadap Program 3 Juta Rumah yang merupakan salah satu prioritas pemerintah.
Dalam ajang tersebut, masyarakat dapat menemukan berbagai pilihan hunian sekaligus memperoleh informasi mengenai alternatif pembiayaan dalam satu tempat. Sebelumnya, Danantara menyebut pameran menghadirkan lebih dari 200.000 unit hunian dari mitra pengembang Himbara, baik BUMN maupun swasta.
Pilihan hunian tersebut mencakup rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah hingga segmen non-MBR. Dengan menyatukan pengembang, perbankan, dan industri pendukung, masyarakat diharapkan lebih mudah membandingkan pilihan rumah berdasarkan kebutuhan serta kemampuan finansial.
Pembiayaan Jadi Bagian Penting
Selain ketersediaan rumah, akses pembiayaan menjadi salah satu tantangan utama bagi masyarakat yang ingin memiliki hunian. Karena itu, Danantara mendorong bank-bank dalam ekosistem BUMN untuk menghadirkan skema pembiayaan yang kompetitif dan terjangkau.
Dalam Danantara Housing Expo, terdapat berbagai pilihan pembiayaan dengan ketentuan yang disesuaikan dengan produk dan profil calon pembeli. Danantara sebelumnya menyampaikan adanya pilihan uang muka mulai 1 persen, suku bunga mulai 2,75 persen, serta tenor hingga 30 tahun, sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku.
Sinergi tersebut diharapkan membantu masyarakat, terutama calon pembeli rumah pertama, memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai kemampuan finansial dan pilihan pembiayaan yang tersedia.
Pengembang hingga Industri Bahan Bangunan Terhubung
Ekosistem yang dibangun Danantara tidak hanya mempertemukan masyarakat dengan pengembang dan perbankan. Industri pendukung seperti produsen bahan bangunan dan kontraktor juga menjadi bagian dari rantai perumahan.
Keterlibatan berbagai sektor tersebut diharapkan dapat meningkatkan efisiensi pembangunan rumah. Ketersediaan bahan bangunan dan dukungan industri juga menjadi faktor penting untuk menjaga kualitas sekaligus harga hunian.
Dengan terhubungnya seluruh rantai industri, pengembangan perumahan diharapkan dapat berlangsung lebih cepat dan memiliki dampak ekonomi yang lebih luas.
Masyarakat Lebih Mudah Memilih Hunian
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait mengatakan Danantara Housing Expo dapat menjadi wadah yang mempertemukan masyarakat dengan pengembang, perbankan, dan pelaku industri dalam satu ekosistem.
Masyarakat diharapkan memperoleh informasi yang lebih lengkap sebelum menentukan pilihan rumah. Selain mempertimbangkan harga, calon pembeli dapat melihat lokasi, kualitas hunian, serta pilihan pembiayaan yang sesuai dengan kondisi keuangan masing-masing.
Pendekatan tersebut juga diharapkan membantu mengurangi kesenjangan antara kebutuhan masyarakat terhadap rumah dan akses terhadap informasi serta pembiayaan.
Perumahan Beri Dampak ke Banyak Sektor
Penguatan sektor perumahan tidak hanya berkaitan dengan penyediaan tempat tinggal. Pembangunan rumah juga menciptakan aktivitas ekonomi di berbagai sektor, mulai dari industri semen dan bahan bangunan, konstruksi, perbankan, hingga jasa pendukung.
Karena itu, Danantara melihat integrasi ekosistem perumahan sebagai langkah yang dapat memberikan manfaat lebih luas bagi perekonomian nasional.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, BUMN, pengembang swasta, perbankan, kontraktor, dan industri pendukung, penyediaan hunian diharapkan semakin efisien.
Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari strategi mendukung Program 3 Juta Rumah agar masyarakat semakin mudah memperoleh hunian yang layak, berkualitas, dan sesuai dengan kemampuan ekonomi mereka.





