Mentok, 27 September 2026 – Museum Timah Indonesia (MTI) Mentok di Kabupaten Bangka Barat, Kepulauan Bangka Belitung, menjadi lokasi penyelenggaraan Seruni Art Festival III yang memadukan pelestarian seni budaya dengan pengembangan ekonomi kreatif. Festival yang digelar pada Jumat (25/9) malam itu menghadirkan pertunjukan tari, musik, teater, serta bazar UMKM lokal. Kegiatan mendapat antusiasme dari pelajar, komunitas seni, pelaku usaha, pemerintah daerah, dan masyarakat. Penyelenggaraan festival di kawasan museum juga memperkuat pemanfaatan ruang bersejarah sebagai pusat aktivitas kreatif masyarakat.
Seruni Art Festival III melibatkan 117 peserta didik dari Yayasan Seni Seruni Production. Sebanyak 20 peserta di antaranya berasal dari Pulau Belitung sehingga festival turut menjadi ruang pertemuan seniman muda lintas wilayah di Kepulauan Bangka Belitung. Pertunjukan juga melibatkan Sanggar Seni Marga Gemilang Grismantara dari Belitung. Kehadiran generasi muda menjadi bagian penting dalam upaya menjaga regenerasi pelaku seni sekaligus memperluas apresiasi terhadap kebudayaan daerah.
Ketua Sanggar Seni Seruni Production Anisa Pratiwi mengatakan festival telah tiga kali diselenggarakan sebagai ruang bagi pelajar untuk berekspresi, berinovasi, dan mengembangkan kreativitas, khususnya dalam bidang seni tari. Pemilihan Museum Timah Indonesia Mentok juga berkaitan dengan nilai sejarah kawasan tersebut bagi Mentok dan Bangka Barat. Generasi muda diharapkan tidak hanya mengenal sejarah daerah, tetapi juga mampu menginterpretasikannya melalui karya seni. Yayasan tersebut saat ini membina 117 peserta didik.
Selain kegiatan seni, penyelenggara menyediakan ruang bagi pelaku UMKM untuk memasarkan berbagai produk kepada pengunjung. Bazar yang berlangsung di sekitar lokasi menjadi bagian dari upaya menghubungkan kegiatan kebudayaan dengan perputaran ekonomi masyarakat. Pelaku UMKM binaan PT Timah menyebut kegiatan semacam ini memberikan dampak terhadap peningkatan omzet penjualan. Ramainya pengunjung dan pedagang memperlihatkan bahwa festival seni dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat sekitar.
Bupati Bangka Barat Markus menilai seni, budaya, dan ekonomi kreatif dapat berjalan beriringan sebagai bagian dari pembangunan daerah. Menurut dia, festival yang menghadirkan pertunjukan sekaligus melibatkan UMKM berpotensi mendukung sektor pariwisata Bangka Barat. Kegiatan seni dapat menghidupkan ruang publik sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya kepada masyarakat dan wisatawan. Pemerintah daerah juga melihat kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat daya tarik wisata berbasis budaya.
PT Timah sebagai pengelola Museum Timah Indonesia Mentok memberikan dukungan fasilitas dan sarana untuk penyelenggaraan festival. Kolaborasi dengan Yayasan Seruni Production telah dilakukan dalam tiga edisi festival, baik di Museum Timah Indonesia maupun fasilitas perusahaan lainnya. Dukungan tersebut diarahkan untuk menyediakan ruang yang memungkinkan generasi muda menampilkan kreativitasnya kepada masyarakat. Pemanfaatan museum sebagai tempat kegiatan juga menghubungkan pelestarian warisan sejarah dengan aktivitas seni kontemporer.
Seruni Art Festival III diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan pertunjukan, tetapi berkembang menjadi bagian dari ekosistem seni, pariwisata, dan ekonomi kreatif Bangka Barat. Keterlibatan seniman muda, komunitas, UMKM, pemerintah daerah, dan dunia usaha memberikan peluang untuk membangun kegiatan budaya yang berkelanjutan. Festival juga dapat memperkuat promosi Mentok sebagai kawasan yang memiliki kekayaan sejarah sekaligus aktivitas budaya yang hidup. Dengan penyelenggaraan secara konsisten, kegiatan tersebut berpotensi memberikan manfaat bagi pelestarian seni sekaligus meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat.





